Selamat datang kembali di edisi kamus bahasa daerah Talang Balai.
Blog ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya bangsa, wabil khusus, bahasa daerah
yang merupakan asset kebudayaan bangsa.
Pada edisi kali ini, kita akan mengupas penggunaan klausa dalam bahasa daerah talang balai.
Berikut beberapa contoh:
1. Dak Renang = Gila, Tidak Waras
2. Dak Ceto = Tidak Pasti, meragukan
3. Dak Keruan = Tidak Jelas; dak ngeruan: Tidak Karuan
4. Dak Endah = Tidak Beres/Tidak bagus (Kerjaannya, tingkah lakunya)
5. Dak Ladas = Tidak Asyik
6. Dak Ngentui = Tidak di ketahui (keberadaannya)
7. Dak Berepat = Tidak pandai berhemat, ceroboh, lalai.
Kritik, sran dan lain-lain masukan, silahkan alamatkan ke email: harry_thethinker@yahoo.co.id atau cc ke, toha.taruna@gmail.com
sampai jumpa di edisi selanjutnya.
Wassalam,
Penulis
Blog ini di buat dalam rangka untuk ikut melestarikan budaya daerah yang merupakan aset kekayaan tak ternilai dari Bangsa Indonesia. Di dalam blog ini berisikan sejarah, pelajaran bahasa daerah, dan topik-topik menarik lainnya yang di kemas dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Talang balai, dan Bahasa international.
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Daerah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Juli 2009
Senin, 22 Juni 2009
Kamus Bahasa Daerah Talang balai (Seri-1)
1. Bekelah
Artinya: berkumpul sambil makan-makan
2. Begesah
Artinya: Bercerita, berbicara (gesah: cerita, omongan)
3. Begoyo
Artinya: (Mulai) bersiap-siap, memulai, beranjak
4. Beteman, Bebalah, bedodokan
Artinya: Adu jotos, Berkelahi, Saling baku hantam
5. Besakat
Artinya: Adu mulut, Cekcok
Motto: Lestarikan budaya daerah buat anak cucu kita
Sampai jumpai di edisi selanjutnya
By.Haryanto H.Hanan (Kopi)
Artinya: berkumpul sambil makan-makan
2. Begesah
Artinya: Bercerita, berbicara (gesah: cerita, omongan)
3. Begoyo
Artinya: (Mulai) bersiap-siap, memulai, beranjak
4. Beteman, Bebalah, bedodokan
Artinya: Adu jotos, Berkelahi, Saling baku hantam
5. Besakat
Artinya: Adu mulut, Cekcok
Motto: Lestarikan budaya daerah buat anak cucu kita
Sampai jumpai di edisi selanjutnya
By.Haryanto H.Hanan (Kopi)
Langganan:
Postingan (Atom)