Selamat datang kembali di edisi kamus bahasa daerah Talang Balai.
Blog ini dimaksudkan untuk melestarikan budaya bangsa, wabil khusus, bahasa daerah
yang merupakan asset kebudayaan bangsa.
Pada edisi kali ini, kita akan mengupas penggunaan klausa dalam bahasa daerah talang balai.
Berikut beberapa contoh:
1. Dak Renang = Gila, Tidak Waras
2. Dak Ceto = Tidak Pasti, meragukan
3. Dak Keruan = Tidak Jelas; dak ngeruan: Tidak Karuan
4. Dak Endah = Tidak Beres/Tidak bagus (Kerjaannya, tingkah lakunya)
5. Dak Ladas = Tidak Asyik
6. Dak Ngentui = Tidak di ketahui (keberadaannya)
7. Dak Berepat = Tidak pandai berhemat, ceroboh, lalai.
Kritik, sran dan lain-lain masukan, silahkan alamatkan ke email: harry_thethinker@yahoo.co.id atau cc ke, toha.taruna@gmail.com
sampai jumpa di edisi selanjutnya.
Wassalam,
Penulis
Blog ini di buat dalam rangka untuk ikut melestarikan budaya daerah yang merupakan aset kekayaan tak ternilai dari Bangsa Indonesia. Di dalam blog ini berisikan sejarah, pelajaran bahasa daerah, dan topik-topik menarik lainnya yang di kemas dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Talang balai, dan Bahasa international.
Tampilkan postingan dengan label haryanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label haryanto. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 Juli 2009
Sabtu, 20 Juni 2009
Asal Usul nama Talang Balai
Ngape di name ke wang "Talang Balai"??
KOnon dulu, menurut cerite wang tue-tue di doson, bahwa ade bangunan balai, gedung pertemuan, di seberang (sekarang talang balai lame. Balai itu lepak e di tengah-tengah "talang". Di balai itulah biase masyarakat bekumpul, begesa, berembak, dan bekelah.
Lama kelamaan, balai itu menjadi "icon" ciri khas dimana balai itu berada. Dahulu orang menyebut desa sebagai talang. Ngape? karena lokasinya masih di kelilingi hutan dan lebak. Jadi, mase itu kalau orang bertanya: "hendak kemane? maka jawab e: "oo.. nak ke Talang dulu..". Ditanye lagi: "Talang mane, ai...?" Maka di jawab lagi, " Talang Balai, yang ade Balai e tu.." "Ooo.. Talang balai. Payoh barangan bae.."
Nah.. kire-kire cak itulah asal usul name dusun tu.
By.Haryanto H.Hanan (putra daerah asli)
Contact number (0812) 775 09 234
KOnon dulu, menurut cerite wang tue-tue di doson, bahwa ade bangunan balai, gedung pertemuan, di seberang (sekarang talang balai lame. Balai itu lepak e di tengah-tengah "talang". Di balai itulah biase masyarakat bekumpul, begesa, berembak, dan bekelah.
Lama kelamaan, balai itu menjadi "icon" ciri khas dimana balai itu berada. Dahulu orang menyebut desa sebagai talang. Ngape? karena lokasinya masih di kelilingi hutan dan lebak. Jadi, mase itu kalau orang bertanya: "hendak kemane? maka jawab e: "oo.. nak ke Talang dulu..". Ditanye lagi: "Talang mane, ai...?" Maka di jawab lagi, " Talang Balai, yang ade Balai e tu.." "Ooo.. Talang balai. Payoh barangan bae.."
Nah.. kire-kire cak itulah asal usul name dusun tu.
By.Haryanto H.Hanan (putra daerah asli)
Contact number (0812) 775 09 234
Langganan:
Postingan (Atom)