PEMILU
Peh Milu.. (Baca: Ayo ikut..)
Pemilu prosesi demokrasi lima tahunan yang mewarnai rotasi kepemimpinan bangsa mempunyai beragam makna yang berbeda dalam persektif masyarakat banyak. Perbedaan sudut pandang itu adalah suatu hal yang wajar mengingat perbedaan pola pikir, latar belakang pendidikan, dan disiplin ilmu masing-masing.
Bagi sementara praktisi politis, PEMILU adalah peluang emas lima tahunan (baca dalam bahasa daerah Talang Balai; Tenawan taon)untuk memposisikan diri, karir, atau profil mereka ybs di mata publik tingkat nasional ataupun daerah masing-masing, ataupun ada juga sebagian yang hanya sekedar ingin mengeruk keuntungan personal (praktisi politik amatiran). Demi gengsi dan image orang terkadang memang sering bertindak diluar kapasitas kemampuan personalnya.
Tetapi ada juga gerombolan yang bersikap apatis dengan memilih tidak ikut terlibat secara langsung dalam apa yang mereka sebut sebagai "permainan semu" dengan memasuki wilayah kaum "Golongan Putih". Tetapi itu tidak mengapa sepanjang mereka tidak juga ikut berbuat anarkis..
Kata PEMILU sendiri kalau di konotasikan kedalam bahasa Daerah Talang Balai dapat di baca sebagai "Peh milu..", yang berarti, "ayo ikut..". Yang dapat kita artikan sebagai sebuah ajakan untuk ikut berperan serta dan berpartisipasi dalam rangka mensukseskan pelaksanaan demokrasi di negara tercinta.
Dengan mencontreng pilihan kita, berarti kita telah menitipkan sebuah doa dan asa pada figur calon yang kita harapkan dapat menjadi wakil dan assistance kita dalam mewujudkan bangsa yang makmur untuk kita dan anak cucu, generasi setelah kita.
Jika pilihan hati kita itu menang.. dan dia pada akhirnya berhasil menstabilisasi keadaan bangsa ini. Sungguh, itu adalah sebuah nikmat tersendiri bagi kita mengenang andil kita dalam memilihnya.
Namun, andai calon laen yang menang dan pilihan hati kita kalah.. itu juga bukan berarti kita tidak menyokong gerakan dan usahanya nanti dalam memimpin bangsa. Kita tetap mendukungnya dengan doa dan harapan (sebatas usaha kita) semoga dia di berikan kemampuan dalam me-manage bangsa kearah perubahan yang lebih baik
Kepada masyarakatku tercinta, tolong.. jangan berikan pilihan hatimu demi beberapa lembar uang kertas atau kau relakan pilihan hatimu demi familimu yang kebetulan adalah TIMSES golongan tertentu.
Memilih, adalah hak azazi setiap kita.
SUdah saatnya kita menjadi dewasa dengan tidak memaksa keluarga, sahabat, dan kenalan kita hanya untuk mengikuti kepentingan kita yang tidak penting
.. ada yang lebih penting, yaitu kepentingan bangsa.
peh milu.. same-same tobo nyoblos pegisuk di TPS maseng-maseng.
Batam, 7 July 2009.
Buat Semua dan wabil-khusus buat masyarakat, keluarga besar Talang Balai dimanepun berade.
Blog ini di buat dalam rangka untuk ikut melestarikan budaya daerah yang merupakan aset kekayaan tak ternilai dari Bangsa Indonesia. Di dalam blog ini berisikan sejarah, pelajaran bahasa daerah, dan topik-topik menarik lainnya yang di kemas dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Talang balai, dan Bahasa international.
Tampilkan postingan dengan label ogan ilir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ogan ilir. Tampilkan semua postingan
Selasa, 07 Juli 2009
Senin, 22 Juni 2009
Kamus Bahasa Daerah Talang balai (Seri-1)
1. Bekelah
Artinya: berkumpul sambil makan-makan
2. Begesah
Artinya: Bercerita, berbicara (gesah: cerita, omongan)
3. Begoyo
Artinya: (Mulai) bersiap-siap, memulai, beranjak
4. Beteman, Bebalah, bedodokan
Artinya: Adu jotos, Berkelahi, Saling baku hantam
5. Besakat
Artinya: Adu mulut, Cekcok
Motto: Lestarikan budaya daerah buat anak cucu kita
Sampai jumpai di edisi selanjutnya
By.Haryanto H.Hanan (Kopi)
Artinya: berkumpul sambil makan-makan
2. Begesah
Artinya: Bercerita, berbicara (gesah: cerita, omongan)
3. Begoyo
Artinya: (Mulai) bersiap-siap, memulai, beranjak
4. Beteman, Bebalah, bedodokan
Artinya: Adu jotos, Berkelahi, Saling baku hantam
5. Besakat
Artinya: Adu mulut, Cekcok
Motto: Lestarikan budaya daerah buat anak cucu kita
Sampai jumpai di edisi selanjutnya
By.Haryanto H.Hanan (Kopi)
Sabtu, 20 Juni 2009
Asal Usul nama Talang Balai
Ngape di name ke wang "Talang Balai"??
KOnon dulu, menurut cerite wang tue-tue di doson, bahwa ade bangunan balai, gedung pertemuan, di seberang (sekarang talang balai lame. Balai itu lepak e di tengah-tengah "talang". Di balai itulah biase masyarakat bekumpul, begesa, berembak, dan bekelah.
Lama kelamaan, balai itu menjadi "icon" ciri khas dimana balai itu berada. Dahulu orang menyebut desa sebagai talang. Ngape? karena lokasinya masih di kelilingi hutan dan lebak. Jadi, mase itu kalau orang bertanya: "hendak kemane? maka jawab e: "oo.. nak ke Talang dulu..". Ditanye lagi: "Talang mane, ai...?" Maka di jawab lagi, " Talang Balai, yang ade Balai e tu.." "Ooo.. Talang balai. Payoh barangan bae.."
Nah.. kire-kire cak itulah asal usul name dusun tu.
By.Haryanto H.Hanan (putra daerah asli)
Contact number (0812) 775 09 234
KOnon dulu, menurut cerite wang tue-tue di doson, bahwa ade bangunan balai, gedung pertemuan, di seberang (sekarang talang balai lame. Balai itu lepak e di tengah-tengah "talang". Di balai itulah biase masyarakat bekumpul, begesa, berembak, dan bekelah.
Lama kelamaan, balai itu menjadi "icon" ciri khas dimana balai itu berada. Dahulu orang menyebut desa sebagai talang. Ngape? karena lokasinya masih di kelilingi hutan dan lebak. Jadi, mase itu kalau orang bertanya: "hendak kemane? maka jawab e: "oo.. nak ke Talang dulu..". Ditanye lagi: "Talang mane, ai...?" Maka di jawab lagi, " Talang Balai, yang ade Balai e tu.." "Ooo.. Talang balai. Payoh barangan bae.."
Nah.. kire-kire cak itulah asal usul name dusun tu.
By.Haryanto H.Hanan (putra daerah asli)
Contact number (0812) 775 09 234
Langganan:
Postingan (Atom)